Lompat ke isi

Halaman:Perbandingan Pendidikan.pdf/236

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini telah diuji baca

usaha mengedjar ketinggalannja dari negara-negara lain diabad ke-20 ini. Hal ini sangat mempengaruhi sistim pendidikan negara itu pula.

Bolehlah dikatakan bahwa tidak ada negara lain didunia ini jang para ahli pendidiknja memberi perhatian sedemikian besarnja pada pendidikan kedjuruan. Djuga selalu diusahakan agar djanganlah sampai berkembang dan meluas dikalangan rakjat mentalitas jang menganggap pekerdjaan kasar itu lebih rendah dan hina daripada pekerdjaan otak. Seperti sudah dibitjarakan diatas, inilah jang ingin dikikis oleh Krusjtjov dengan pembaruan jang dimulai dalam tahun 1958 itu.

Pendidikan, walaupun pada dasarnja bersifat umum, harus pula dikombinasikan setjara harmonis dengan pendidikan politeknis dan kedjuruan. Dengan demikian diharapkan agar pendidikan itu tidak djauh terpisah daripada kehidupan dan perekonomian rakjat.

Dalam tahun 1952 misalnja, oleh Pemerintah telah diambil keputusan untuk mengadakan politeknisasi umum di Sekolah Rendah dan Menengah.

Dimaksudkan supaja para murid diberi penerangan mengenai prinsip-prinsip umum dari produksi, memberi kepandaian jang praktis kepada murid dan pada umumnja lebih mendekatkan pengadjaran dengan kehidupan sehari-hari.

Kalau kita menengok kembali dalam sedjarah, hal ini sebenarnja bukanlah hal jang baru. Sedjak zaman Peter Agung boleh dikatakan bahwa semua sekolah-sekolah Rusia itu sudah tjenderung pada hal-hal jang praktis dan jang langsung berguna bagi kehidupan. Tradisi ini memang dilandjutkan pula oleh Pemerintah Repolusioner, jang dalam tahun 1918 sudah mengundangkan pembentukan Sekolah Buruh Umum didaasarkan atas prinsip karja. Artinja murid tidak hanja diberi peladjaran umum sadja, akan tetapi djuga pekerdjaan tangan. 36 Dalam waktu 1928 misalnja, perbandingan waktu beladjar dengan waktu bekerdja ialah 1 minggu dipabrik atau dilapangan pertanian dan 2 minggu diruang kelas.

Diatas sudah kita bitjarakan 2 djenis sekolah menengah, satu diantaranja menggabungkan pekerdjaan dengan pendidikan sedang jang satu lagi jang sangat chusus dan berasrama bagi mereka jang berbakat besar. Disekolah chusus itupun diberi djuga perhatian (jaitu lebih dari 30% dari waktu jang tersedia) untuk politeknisasi.

Sekarang marilah kita tindjau pendidikan jang chusus mengenai kedjuruan dan teknik.

Pada tahun-tahun sebelum serangan Djerman dalam tahun 1940, sudah mulai dirasakan bahwa waktu untuk bekerdja dipabrik sudah dapat dikurangi. Mulailah direntjanakan bahwa spesialisasi kearah suatu kedjuruan tidak lagi dimulai pada usia jang muda dan sampai umur 18 tahun sebaiknjalah anak-anak mendapat pendidikan umum

214