Lompat ke isi

Halaman:Perbandingan Pendidikan.pdf/218

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini telah diuji baca

Dalam soal pendidikan agama perlu kita perhatikan, bahwa konstitusi ini dalam Pasal 124 mengatur bahwa Geredja dipisahkan dari Negara. Sekolah djuga terpisah dari Geredja. Kepada warganegara diberikan kemerdekaan beribadat, dan djuga kemerdekaan melakukan propaganda anti-agama.

Dalam soal indoktrinasi dapat ditjatat disini diterbitkannja buku “Sedjarah Partai Komunis di Uni Soviet” dalam tahun 1938. Disekitar tahun limapuluhan buku ini sering disebut sebagai karja dari Stalin, meskipun oleh beberapa orang dikatakan bahwa Stalin hanja menulis 32 halaman sadja dari sedjumlah 440 halaman. Dapat dimengerti bahwa maksud penerbitan ini antara lain ialah mempertahankan kedudukan Stalin dalam Repolusi Oktober dan memperkokoh Kediktatorannja, jang sebagaimana kita ketahui mendapat serangan dari Krusjtjov dalam tahun 1956.

Dalam masa ini pulalah kelihatan suatu perubahan sikap terhadap apa jang dinamakan sistim pendidikan *progresip”, jang mengikuti metode prodjek dan Dalton. Ketidakpuasan ini mulai dalam tahun 1931. Sekolah-sekolah mendapat kritik bahwa anak-anak tidak tjukup diberi didikan mengenai dasar-dasar ilmu pengetahuan dan tidak disiapkan setjukupnja untuk peladjaran dalam teknikum dan perguruan-perguruan tinggi. Mulai masa ini pulalah Uni Soviet mentjari tjara-tjara sendiri dalam pendidikan dan pindjaman-pindjaman gagasan dari luar negeri boleh dikatakan dihentikan, karena sistim jang “modern” itu dianggap tidak membuat sianak bekerdja setjara sistimatis.

Memang dimasa sekitar tahun 1925 boleh dikatakan tidak ada sistim jang diikuti. Jang mendjadi sembojan ialah emansipasi dan persamaan dengan beberapa ekses-ekses sebagai akibatnja. Boleh dikatakan anak-anak tidak merasa segan lagi kepada guru-gurunja dan mereka diikutsertakan pula dalam mempersoalkan perkembangan diri mereka sendiri. Dan semua hal jang berlawanan dengan dasar-dasar pendidikan ini terdjadi atas nama pendidikan ”progresip” ! Djadi tidaklah mengherankan bahwa dalam tahun 1931 terdjadi reaksi jang radikal, jaitu kembali kepada metode lama dan ortodoks. 9

Dari fihak resmi djuga dikeluarkan pernjataan jang melawan diteruskannja metode-metode progresip itu. Salah satu peraturan jang dikeluarkan oleh Sentral Komite Partai Komunis dalam tahun 1935 ialah mengenai organisasi dan tata-tertib sekolah-sekolah rendah dan menengah. Antara lain supaja sekolah-sekilah kembali memakai sistim pemberian angka, jang dari zaman sebelum repolusi djuga sudah dipakai. Sampai sekarang sistim ini masih dipakai djuga: angka 1 = sangat buruk; 2 = buruk ; 3 = tjukup ; 4 = baik ; 5 = sangat baik.

Salah satu unsur pendidikan dalam tahun duapuluh ialah apa jang dinamakan "pedologi", jaitu ilmu jang memperhatikan perkembangan psikologis dan fisis dari sianak sedjak ia lahir sampai mendjadi

196