lah didekatkan dengan produksi industri. Dalam tahun 1866 hal ini ditandaskan lagi oleh Marx dalam suratnja jang dikirimkan kepada Kongres Internasionale Pertama di Djenewa, dimana olehnja diberi tafsiran bahwa pendidikan terdiri atas 3 unsur: mental, fisis dan politeknis ;
Dalam buku Das Kapital, oleh Marx djuga dinjatakan gagasannja jang mendjadi dasar pemikiran pendidikannja. Setiap anak jang sudah melewati umur tertentu, katanja, seharusnja menggabungkan karja jang produktif dengan pengadjaran dan gerak badan. Ini bukanlah tjara untuk menudju efisiensi produksi sadja, akan tetapi adalah satu-satunja djalan untuk menghasilkan manusia jang perkembangan pribadinja lengkap.6
Sebagaimana akan kita lihat, gagasan politeknik ini terlebih-lebih lagi mendapat perhatian dan titikberat sedjak Krustjov mengumumkan rentjananja dalam tahun 1958.
Masa kedua sesudah repolusi, dari tahun 1921 sampai 1931 dapatlah dinamakan masa progressip. Para pendidik Soviet menamakannja djuga “masa pertjobaan”.7 Dimasa ini memang kehidupan dan kebudjaan mendapat berbagai matjam perubahan.
Dari tahun 1921 sampai 1927 Lenin melaksanakan apa jang dinamakan Politik Ekonomi Baru, jaitu suatu suatu kompromi dimana tjara-tjara jang tjepat untuk menudju tertjiptanja suatu negara sosialis dikendurkan sedikit. Dalam bulan Desember 1922 didirikanlah Uni Soviet dengan undang-undang dasarnja jang mulai berlaku dalam tahun 1924. Lenin meninggal dalam tahun 1924 dan digantikan oleh Stalin jang dalam tahun 1929 mengusir lawan politiknja, Trotski, keluar negeri. Kedudukan Uni Soviet semakin kuat pula dilapangan internasional.
Diatas sudah disinggung sedikit mengenai isteri Lenin : Krupskaya, jang tulisan-tulisannja menundjukkan bahwa ia mengenal ahli-ahli seperti Rousseau, Pestalozzi, dan djuga William James. Tentu sadja hal ini ada pengaruhnja terhadap sikap suaminja mengenai pendidikan pada umumnja. Ini dapat dilihat dari nasehat jang oleh Lenin diberikan kepada pengikut Kongres Ketiga Komsomol dalam tahun 1920 dimana ia menekankan pentingnja pemuda-pemuda itu bertekun beladjar supaja mendjadi Komunis jang lebih baik.
Jang penting terdjadi dimasa itu ialah didirikannja gerakan pemuda Komunis atau Komsomol dalam tahun 1918. Badan ini dimaksud sebagai seksi pemuda dari partai, Dalam atjara-kerdja badan ini, jang didirikan ialah indokrinasi anggota-anggotanja. Dalam tahun 1922 didirikan pula organisasi Pionir, jang menerima anak-anak berumur 10 sampai 14 tahun dan kemudian djuga menerima anak jang berumur 9 tahun.
193