ataupun universitas, sampai tingkat Bachelor. Perhatian pada pendidikan umum itu mulai timbul dalam abad ke-20, karena makin banjaknja pemuda jang meningkat keperguruan tinggi tanpa keinginan untuk mengambil suatu djurusan tertentu dengan segera. Djuga makin dirasakan oleh para pendidik bahwa spesialisasi itu tidaklah bersifat membentuk manusia jang berkepribadian bulat dan susila. 58 Di Eropah pendidikan tinggi adalah spesialisasi dalam satu rumpun mata-peladjaran jang sangat rapat hubungannja, sedang pendidikan umum dianggap sudah selesai ditingkat menengah. 59
Tjiri kedua ialah bahwa di Amerika terdapat sedjumlah mata-peladjaran jang di Eropah dan Inggeris tidak atau belumlah dianggap lajak mendapat tempat dalam perguruan tinggi, terlebih-lebih tingkat universitas. Mata-peladjaran jang praktis itu biasanja dimasukkan dalam kurikulum karena desakan umum dan bukan melalui pertimbangan apakah ia bersifat akademis atau tidak.
Ketiga ialah bahwa tingkat peladjaran diatas Bachelor diambil oleh lebih banjak mahasiswa di Amerika dibandingkan dengan di Inggeris misalnja. Belakangan ini, meskipun perbedaan antara pekerdja kasar (blue collar) dan pekerdja “halus” (white collar) makin lama makin kabur, untuk termasuk dalam tingkat jang paling atas dari kelas white collar itu orang harus memiliki suatu idjazah perguruan tinggi. 60
Dalam hubungan ini mungkin perlu diingat bahwa deradjat Philo- sophiae Doctor (disingkat Ph.D) di Amerika Serikat oleh laksamana Rickover disamakan dengan tingkat Bachelor di Inggeris, kalau disertasinja tidak dihitung. 61 Untuk mendjadi pengadjar perguruan tinggi di Amerika dewasa ini orang harus mempunjai deradjat Ph.D.
Diatas sudah diuraikan bahwa pendidikan tinggi sampai pada tingkat Bachelor sangatlah bersifat umum dan biasanja mahasiswa wadiib menjebarkan perhatiannja pada ketiga golongan pengetahuan itu, jaitu ilmu budaja (humanities), ilmu alam pasti (science) dan ilmu sosial (social sciences). Meskipun tidak mungkin membeberkan semua matjam mata-peladjaan, disini akan kita berikan apa jang pada umumnja digolongkan dalam ketiga kategori tersebut.
Jang termasuk humanities biasanja ialah : gagasan dan nilai kebudajaan Barat, kesusasteraan, kesenian (melukis dan memahat), musik, filsafat, berpidato, bahasa Inggeris, ilmu djiwa, matematika umum, ilmu agama, drama, logika, dan bahasa asing.
Jang dianggap termasuk dalam science ialah: biologi, ilmu kimia, ilmu fisika, matematika, ilmu alam umum, ilmu pertanian, bakteriologi, ilmu hajat, botani, geologi dan ilmu tanah.
Jalam social science umumnja dimasukkan : ilmu bumi, ekonomi, sosiologi, ilmu politik, lembaga-lembaga Amerika (sedjenis tatanegara), sedjarah kebudajaan Barat, sedjarah Amerika, filsafat, antropologi, ilmu djiwa, manusia dan masjarakat (sedjenis sosiologi) dan apa jang
175