adalah djauh dibawah taraf universitas-universitas jang didirikan oleh orang Spanjol di Spanjol Baru dimasa itu dan samipai pada pendirian college jang kedua, maka Harvard-lah satu-satunja lembaga pendidikan diatas sekolah biasa di Amerika.
College jang kedua didirikan oleh penguasa-penguasa perkebunan di Virginia dalam tahun 1693, jang diberi nama College of William and Mary, mengambil nama radja dan permaisuri di Inggeris. 45 Dalam masa kolonial (1636 — 1789), sudah ada 9 college: Harvard, Camridge, Massachusetts (1636), William and Mary, Williamsburgh, Virginia (1693), Yale, New Haven, Connecticut (1701), Princeton, Princeton, New Jersey (1746), Pennsylvania (jang merupakan kelandjutan dari akademi jang didirikan oleh Franklin, seperti sudah dibitjarakan diatas), Philadelphia, Pennsylvania (1751), Columbia (dahulu King’s College), New York (1754), Brown, Providence, Rhode Island (1764), Rutgers, New Bruswick, New Jersey (1766) dan Darimouth, Hanover, New Hampshire (1769). Ketjuali akademi jang didirikan oleh Franklin itu, semua college tersebut adalah dibawah asuhan badan-badan keagamaan. Sumber keuangannja adalah beraneka ragam; ada jang hidup dari sumbangan berupa tanah jang dapat disewakan, dan djuga ada jang mengumpulkan dana melalui lotere. Dalam tahun 1800 sudah ada 25 college diseluruh Amerika Serikat, meskipun djumlah mahasiswanja masih ketjil.
Djumlah tenaga pengadjar biasanja djuga ketjil. Rumah presiden suatu college tidak djarang didjadikan djuga tempat kuliah atau seminar dan ada djuga college jang mempunjai satu orang tenaga, jang mendjadi presiden sambil mendjadi pengadjar untuk semua mata-kuliah. Di Columbia menurut tjeritera pernah ada seorang "dosen Herkules”, jang selain memberi filsafat kesusilaan djuga mendjadi dosen kesusasteraan, sedjarah, ekonomi dan logika.
Kurikulum jang diikuti oleh Harvard misalnja, mula-mula tidaklah berbeda dari kurikulum sekolah teologia, karena memang tudjuan dari banjak college ini ialah menjiapkan orang untuk mendjadi petugas dalam geredja. Tidak lama kemudian ilmu-ilmu budaja dimasukkan pula, jang diikuti oleh ilmu-ilmu jang praktis, seperti ilmu pasti-alam dan kemudian ilmu dagang.
Tahun 1785 merupakan tahun jang penting karena pada tahun itulah universitas negara-bagian jang pertama didirikan di Georgia. Dalam tahun 1803 negara-bagian Ohio mengambil langkah jang boleh dikatakan agak progresip, jaitu menjampingkan sebidang tanah untuk membiajai suatu “seminarium pengetahuan”, Dalam tahun 1833 berdirilah Oberlin College, jang pertama memulai koedukasi dalam tahun 1837. Akan tetapi sementara orang merasa perlu bahwa wanita-wanita mendapat peladjaran dalam lembaga jang chusus dan dalam