Suatu komisi lain (Educational Policies Commission) merumuskan tudjuan pendidikan menengah di Amerika itu sebagai berikut : setiap pemuda peladjar dinegara ini tanpa perbedaan kelamin, kedudukan ekonomi, tempat tinggal dan suku-bangsa, harus mengalami suatu pendidikan jang luas dan seimbang ;
- Memperlengkapi diri dalam memilih suatu pekerdjaan jang sesuai dengan kemampuannja dan memberikan kesempatan bagi perkembangan pribadinja serta nilainja bagi masjarakat.
- Mempersiapkan diri dalam mendukung kewadjiban-kewadjiban sebagai warganegara Amerika.
- Memberikan kesempatan sebaik-baiknja untuk mengedjar kebahagiaan pribadi.
- Membangunkan sifat ingin tahu jang intelektuil serta membiasakan untuk merasa puas dengan hasil-hasil karja intelektuil dan membina kemampuan berfikir setjara rasionil.
- Membantu dalam memperkembangkan penghargaannja akan nilai-nilai moral jang seharusnja mendjadi landasan seluruh hidup dalamsuatu masjarakat jang demokratis.
Dalam tahun 1947 suatu komisi lain dibentuk pula, jaitu komisi mengenai penjesuaian diri pada hidup (Commission on Life Adjustment Education for Youth), jang sangat representatip meliputi seluruh Amerika Serikat dan badan-badan jang memperhatikan masalah pendidikan. Komisi ini memberikan rentjana-rentjana jang lebih tegas dan terperintji lagi mengenai pendidikan pemuda peladjar.
Apa jang dinamakan sekolah menengah dewasa ini bukan lagi suatu djenis jang tunggal. Sudah kita lihat bahwa sekolah rendah ada jang menerima murid dari umur 6 sampai 14 tahun, djadi dalam hal demikian sekolah rendah adalah 8 tahun lamanja, dan sekolah menengah jang merupakan landjutannja adalah 4 tahun. Sistim pendidikan jang umunimja dinamakan sistim 8 + 4 inilah jang paling banjak ditemukan di Amerika, karena merupakan sistim jang paling kuno. Dewasa ini kira-kira 40% dari sekolah-sekolah termasuk dalam sistim ini. Sedjak
kira-kira tahun 1910 banjak daerah pendidikan setempat jang mengadakan reorganisasi dalam tangga persekolahan ini. Ketjenderungan ialah untuk membuat sekolah djadi 6 tahun sadja. Dengan muntjulnya Junior College sebagai landjutan sekolah menengah jang tradisionil, makan daerah jang membagi 8 tahun diatas sekolah rendah itu atas 2 bagian, djadi memakai sistim 6+4+4. Kedua tangga jang terachir dinamakan lower secondary dan upper secondary school. Akan tetapi hal ini tidak begitu umum dipraktekkan. 35 Kira-kira 35% dari sekolah-sekolah membagi tingkat menengah itu atas 2 bagian, djadi memakai rumus 6+3+3 seperti di Indonesia, dengan nama Junior High School dan Senior High School bagi bagian-bagian