Lompat ke isi

Halaman:Perbandingan Pendidikan.pdf/145

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini telah diuji baca

achir abad ke-19 sungguh-sungguh menundjukkan suatu kemadjuan pesat. Kesempatan pendidikan sungguh-sunguh diusahakan agar terbuka bagi setiap anak. Industri makin pesat pula perkembangannja dan pada tahun 1900 sudah kira-kira 40% dari penduduk Amerika Serikat tinggal dikota-kota dan ditahun 1930 angka urbanisasi ini sudah mentjapai 56%.

Perubahan dari ekonomi agraria ke ekonomi industri ini tentu dapat dimengerti pengaruhnja pada pendidikan. Kalau dimasa agraria atau pre-industri rumah tangga dan masjarakat menjediakan sebagian besar dari pendidikan sianak, maka dizaman industri sekolah-sekolah bukan sadja lebih besar tanggung djawabnja, akan tetapi kadang-kadang diharapkan mengambil alih sebagian besar daripada tugas jang biasanja dibebankan pada rumah tangga itu.

Sekolah-sekolah djuga makin dibutuhkan dengan adanja kebutuhan besar akan ahli-ahli dalam teknik industri. Djenis-djenis keahlian dan kedjuruan makin banjak djumlahnja sesuai dengan perkembangan industri.

Sama halnja dengan keadaan di Inggeris pada permulaan industrialisasi, di New England-pun tenaga anak-anak jang murah itu merupakan tulang punggung industri. Dalam tahun 1870 sudah 13,2% anak-anak jang berumur antara 10 dan 15 tahun jang bekerdja dalam pabrik, dan angka ini masih naik terus sampai mentjapai 18,4% pada tahun 1910. Bahwa nasib anak-anak pekerdja ini sangat menjedihkan, dapatlah dimengerti.

Reaksi bangsa Amerika ialah mengusahakan pendidikan jang baik didaerah industri dan sedapat mungkin mendjauhkan anak-anak dari perburuhan dipabrik. Serikat-serikat buruh djuga menentangnja demi perikemanusiaan dan djuga karena tenaga anak-anak itu merupakan kompetisi jang besar bagi mereka, Djuga dengan dimulainja pemakaian mesin-mesin jang ruwet alat-alatnja, tenaga anak-anak tidak terpakai lagi untuk semua pekerdjaan.

Dalam tahun 1920 sudah tinggal 8,5%, dan pada tahun 1930 hanja 4,7% dari anak-anak jang bekerdja dipabrik.4 Disekitar tahun 1930 sektor pertanianlah jang masih memakai djumlah besar tenaga anak-anak. Dengan makin kerasnja peraturan-peraturan kewadjiban beladjar, jang sudah dimulai di Massachusetts dalam tahun 1852 dan tersebar diseluruh Amerika Serikat pada tahun 1918, perburuhan anak-anak itu sudah boleh dikatakan perketjualian.

Negara-negara bagian Selatan, jang dahulu merupakan Konfederasi dalam Perang Saudara, sangat ketinggalan dalam bidang pendidikan. Sedjak Perang Saudara itu mereka boleh dikatakan tidak pernah sanggup membiajai pendidikan umum dinegara-bagiannja masing-masing sepertti halnja dibagian Utara. Djuga jang mendjadi penghambat

123