Undang-undang Morrill, jang mengatur bahwa tanah milik Pemerinta Federal akan tersedia pula guna mendirikan dan membiajai perguruan tinggi. Setiap negara-bagian menerima 30.000 acre tanah untuk setiap orang wakilnja jang ada di Kongres, dan penghasilan dari tanah itu, sebagaimana halnja dengan sekolah-sekolah, akan dipergunakan untuk mendirikan perguruan tinggi pertanian dan teknik, jaitu lembaga-lembaga jang memang sangat dibutuhkan pada masa itu. Kemudian pemakaian bantuan federal itu diperluas pula sampai meliputi djenis perguruan tinggi lainnja, selain pertanian dan teknik.
Djumlah subsidi dalam bentuk tanah makin besar pula, dan selain dalam bentuk tanah, Pemerintah djuga memberi bantuan uang. Dua rantjangan undang-undang, satu dalam tahun 1907 dan satu lagi dalam tahun 1912, ditolak oleh parlemen, akan tetapi diwaktu Perang Dunia I dengan Undang-undang Smith-Hughes (1917) diaturlah bahwa Pemerintah Federal djuga akan menjediakan bantuan untuk pengadjaran pertanian, pendidikan puteri, pertukangan dan teknik disekolah-sekolah menengah.
Dalam tahun 1930 subsidi ini diperluas pula. Dalam semua masalah pemberian subsidi ini Pemerintah Federal harus selalu berhati-hati supaja oleh negara-bagian djangan dianggap sebagai suatu usaha untuk menguasai pendidikan didaerah-daerah.
Djadi sekitar tahun 1830 bolehlah dikatakan bahwa Amerika sudah mulai menerima baik gagasan pendidikan umum jang tjuma-tjuma itu. Djuga pengaruh luar negeri membawa angin perbaikan. Orang-orang Amerika jang bepergian ke Eropah membawa kabar dan menulis buku-buku tentang pendidikan didunia lama itu, terutama mengenai pembaruan jang dimulai oleh Pestalozzi dan Fellenberg. Sistim pendidikan di Prussia, terutama seminarium guru-gurunja sangat menarik perhatian orang.
Dalam tahun 1832 seorang Perantjis bernama Victor Cousin melaporkan kepada pemierintahnja mengenai sistim pendidikan di Prussia. Bagian pertama dari laporan itu, jang membahas pendidikan rendah, diterdjemahkan dalam bahasa Inggeris dan diterbitkan di London dalam tahun 1834 dan kemudian djuga di Amerika. Terdjemahan ini merupakan pembuka mata bagi rakjat Amerika dan dengan demikian djuga merupakan dukungan jang besar bagi mereka janga ingin memperluas pendidikan umum.
Djuga sekolah-sekolah normal negeri mulai mendapat dukungan orang banjak karena makin disadari bahwa suatu sistim pendidikan umum tidak akan berhasil baik tanpa suatu sistem pendidikan guru jang baik pula.
Seorang pemikir mengenai pendidikan dimasa itu ialah Horace Mann (1796-1859), jang seperti sudah disinggung diatas, adalah sekretaris