Lompat ke isi

Halaman:Peratoeran baroe dari pacht apioen di tanah Djawa dan Madoera.djvu/38

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini belum diuji baca

blad No. 56) dan jang terseboet dalam fatsal 1, hoeroef B, dari soerat besluit tanggal 18 September 1853 No. 5 (Staatsblad No. 73), djoega jang termoewat dalam soerat besluit tanggal 11 April 1874 No. 14 (Staatsblad No. 106), itoelah masih bertetap.

(8) Djikaloe ada apioen jang katangkap dan Kapala negri ada rasa dengan soenggoeh, bahoewa tantoe seka- li hakim nanti titahken merampas itoe, maka oewang jang aken dibriken dari kasnja Kangdjeng Gouvernement dengan menoeroet pada fatsal 23, itoelah boleh dibagi- ken sabagimana jang terseboet dalam ajat-ajat di atasan ini, di dalam tempo delapan hari, sadari apioen itoe soe- dah diperiksa satoe kali dengan menoeroet pada fatsal 23 itoe.

FATSAL 26.

Sekalian titah dari peratoeran ini tiada aken di- lakoeken atas perkara bawa masoek, mempoenjai, me- mjimpan, membawa djalan dan mendjoewal apioen dan lain-lain barang jang terseboet dalam fatsal 1, djikaloe segala barang itoe aken terpake seperti obat dari doktor, tapi samoewa misti ada dengan menoeroet pada atoeran- atoeran jang telah diadaken dan jang nanti diadaken aken perkara itoe.

II. Telah menantoeken, bahoewa peratoeran ini nan- ti moelai berlakoe pada 1 Januari 1891.

Dan soepaja tiada nanti ada orang mengakoe tiada taoe adanja hal ini, maka soerat peratoeran ini nanti