Halaman ini tervalidasi
Perusahaan.
3. Tanda titik dua dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian.
Misalnya:
a.
Ketua : Ahmad Wijaya Sekretaris : S. Handayani Bendahara : B. Hartawan
b.
Tempat Sidang : Ruang 104 Pengantar Acara : Bambang S. Hari : Senin Waktu :09.30
4. Tanda titik dua dapat dipakai dalam teks drama sesudah kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan.
Misalnya:
- Ibu : (meletakkan beberapa kopor) "Bawa kopor ini, Mir!"
- Amir : "Baik, Bu." (mengangkat kopor dan masuk)
- Ibu : "Jangan lupa. Letakkan baik-baik!" (duduk di kursi besar)
5, Tanda titik dua dipakai (i) di antara jilid atau nomor dan halaman, (ii) di antara bab dan ayat dalam kitab suci, (iii) di antara judul dan anak judul suatu karangan , serta (iv) di antara nama kota dan penerbit buku acuan dalam karangan.
Misalnya:
- Tempo, I (34), 1971:7
- Surah Yasin: 9