Halaman:PDIKM 697-06 Majalah Aboean Goeroe-Goeroe Juni 1930.pdf/26

Dari Wikisource bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Halaman ini belum diuji baca

140 A. G. G.

Akan nasihat chefkoe itoe jang keloear dari perasaan jang djoedjoer, koeterimalah dengan mengoetjapkan terima kasih atas pembitjaraannja itoe.

Moelai waktoe itoe, bekerdjalah akoe dipostkantoor itoe dengan radjin dan teliti ; akoe bekerdja senantiasa dengan berbesar hati, sebab koelihat dan koeperhatikan chefkoe itoe, adalah seorang jang baik hati, berkata dengan manis serta pandai menenggang hati kawan-kawannja jang sepekerdjaan. Akoe tanjai temankoe jang telah lama bekerdja bersama-sama dengan chefkoe itoe, maka dapatlah akoe keterangan, jang chefkoe itoe, seorang jang haloes boedi perasaannja, jang tidak hendak memerahkan moeka terhadap kepada orang jang dibawah perintahnja. Ia seorang sociaal, seorang jang tidak soeka didjilat-djilat sebagai kebanjakan pembesar-pembesar jang lain. Kesoekaannja, banjak bekerdja, boekan banjak berbitjara jang tidak mendatangkan hasil. Si pengambil moeka, tidak berharga dimatanja, kalau hasil pekerdjaannja tidak ada. Oleh sebab bersesoeaian keadaannja dengan pendiriankoe, maka ia boekan sadja koepandang scbagai chef, tetapi koepandang djoeg sebagai seorang toea jang boediman.

Dalam akoe bekerdja itoe, dengan tidak koesangka-sangka, terlajanglah perasaankoe kepada L. Nio, mengenangkan apakah perboeatankoe selama ini dichabarkannja kepada soeaminja. Kalau benar begitoe, alangkah maloenja akoe kepada Toke jang baik hati itoe ? Ini poekoel satoe, akoe dipanggilnja poela datang keroemahnja, dengan maksoed baikkah atau boeroekkah ?

Kalau dengan maksoed jang djahat, tentoelah akoe ini moedah diboenoehnja, sebab akoe orang baroe datang, seorang saksi poen, tentoelah tidak akan koeperoleh. Sebentar poela datang pikiran lain, masakan L. Nio seorang perempoean jang berboedi, jang tahoe membalas boedi orang lain, akan berlakoe demikian ? Waktoe itoe betoel - betoel perasaankoe sebagai dioedjoeng poetjock roe, sebentar ketimoer, sebentar kebarat menoeroet angin perasaan jang datang memoekoel.

Ackirnja koepoetoeskan pendiriankoe ............ tidak, tidak, L. Nio tidak akan berchianat kepadakoe, ia seorang jang haloes perasaan roehaninja, seorang perempoean jang terdidik. Ramah tamah chefkoe kepadakoe, tentoelah karena L. Nio telah mentjeriterakan kebaikankoe kepadanja.

Waktoe lontjeng setengah satoe berboenji, kantoor poen ditoetoep oleh oppas jang djaga disitoe serta kami sekalian pegawai, memberi hormat kepada toean chef ; kemoedian berdjalan kepintoe akan berangkat poelang masing-masing keroemahnja. Baroe sadja pintoe keloear koeboeka, kiranja dimoeka tangga itoe, soedah ada seorang boedjang menanti, soeroehan dari Toke tadi dengan membawa sepoetjoek soerat. Demi soerat itoe koebatja njatalah isinja meminta akoe bersama - sama boedjang itoe datang keroemahnja ; dibawah soerat itoe adalah tanda tangan L. Nio dan soeaminja.

(Ada samboengan).