Halaman:PDIKM 691-07 Majalah Aboean Goeroe-Goeroe Juli 1927.pdf/15

Dari Wikisource bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Halaman ini telah diuji baca

A.G.G.

93


tambah baik djoega, karena goeroe-goeroenja ta' soeni mengambil perbandingan tjara mendidik anak-anak soepaja lekas pandai. Amat sajang goeroe jang mengadjarkan agama itoe, boleh dikatakan ta' dapat pengadjaran hal mendidik anak-anak, hanja dengan keberanian hati sadja dengan djalan mentjoba-tjoba. Oleh sebab hal ini, maka pengadjarannja kepada anak-anak, tidak berdjendjang naik, bertangga toeroen. Kadang2; tertinggi benar, dan kadang-kadang terlampau rendah. Soenggoehpoen demikian pengarang minta sjoekoer djoega kepada Allah, sebab goeroe goeroe Agama telah bergerak akan membaiki didikan agama. Menoeroet boenji pepatah: „De'pandai koeat bertanja, de' tahoe koeat bergoeroe".

Akan penoetoep rentjana ini, pengarang berseroe kepada sidang pembatja, bahwa agama Islam mempergoenakan djoega hal Onderwijs. Apabila Onderwijs ta' ada, ta' salah lagi sangka pengarang, bahwa didikan Agama Islam ta' teratoer balik.

HABIB AL, MADJIDIJ.


PEDATO E. SCHOOLOPZIENER TALOE

DIMOEKA PUBLIEK DALAM „PASAR DERMA”

DI TJOEBADAK PADA 21 MEI 1927

TENTANG ONDERWIJS.

Sesoedah minta izin kepada toean Controleur dan Engkoe2 jang sama doedoek, berdirilah spreker dengan hormat, serta mengoetjap dan melangsoengkan pembitjaraannja, kira-kira seperti terseboet dibawah ini.

Assalamoe'alaikoem warahmatoe'llahi wabarkatahoe! Artinja, memberi selamat saja serta meminta kepada Allah, akan rahmat dan berkatnja, bagi kerapatan sekalian, ja'ni pertapan penghoeloe-penghoeloe, ninik— dan mamak, iboe dan bapa, 'alim oelama urang gedang besar bertoeah— gedang ketjil toea dan moeda—laki-laki perempoean—tidak terhatap terbilang gelar— hanja sembah pemenoehi [taloe diangkat tangan disoesoen djari].

Waba'dahoe, maka kemoedian dari pada itoe, beri izinlah saja menjeboet kata nan terasa, nan terkilan dalam hati—boekan menoendjoek mendjari—boekan menegoer dan menjapo—loepo sekadar mengingatkan— terkelap sekadar mendjagokan (Diangkat tangan disoesoen poela djari).

Toeankoe kito nan bersamo—Njik Deniang Datoek Radjo Intan— alah mentjoerai memaparkan—alah merentang pandjang2 alah mengambang lawas2—tentang 'adat limbago kito— nan tidak lekang de' panas —nan tidak lapoek de' hoedjan—nan dioetjap nan dipakai—di Alam Minangkabau nangko.