pastilah menimbulkan sikap jang tidak reaksioner, dan pastilah menimbulkan suatu perdjoangan jang dalam beberapa bagian sesuai dengan perdjoangan Marxisme itu.
Karenanja, djikalau kaum Marxisme ingat akan perbedaan kaum geredja di Eropah dengan kaum Islam di Indonesia ini, maka nistjaja mereka mengadjukan tangannja, sambil berkata saudara, marilah kita bersatu. Djikalau mereka menghargai akan tjontoh-tjontoh saudara-saudaranja-seazas jang sama bekerdja bersama-sama dengan kaum Islam, sebagai jang terdjadi dilain-lain negeri, maka nistjajalah mereka mengikuti tjontoh-tjontoh itu pula, Dan djikalau mereka dalam pada itu, djuga bekerdja bersama-sama dengan kaum Nasionalis atau kaum kebangsaan, maka mereka dengan tenteram-hati boleh berkata: kewadjiban kita sudah kita penuhi.
Dan dengan memenuhi segala kewadjiban Marxis-muda tahadi itu, dengan memperhatikan segala perobahan teori azasnja, dengan mendjalankan segala perobahan taktik pergerakannja itu, mereka boleh menjebutkan diri pembela rakjat jang tulus-hati, mereka boleh menjebutkan diri garamnja rakjat.
Tetapi Marxis jang ingkar akan persatuan, Marxist jang kolot-teori dan kuno-taktiknja. Marxis jang memusuhi pergerakan kita Nasionalis dan Islamis jang sungguh-sungguh, Marxis jang demikian itu djanganlah merasa terlanggar kehormatannja djikalau dinamakan ratjun rakjat adanja!
Tulisan kita hampir habis.
Dengan djalan jang djauh kurang sempurna, kita mentjoba membuktikan, bahwa faham Nasionalisme, Islamisme dan Marxisme itu dalam negeri djadjahan pada beberapa bagian menutupi satu sama lain. Dengan djalan jang djauh kurang sempurna kita menundjukkan teladan pemimpin-pemimpin dilain negeri. Tetapi kita jakin, bahwa kita dengan terang-benderang menundjukkan kemauan kita mendjadi satu. Kita jakin, bahwa pemimpin-pemimpin Indonesia semuanja insjaf, bahwa Persatuanlah jang membawa kita kearah ke-Besaran dan ke-Merdekaan. Dan kita jakin pula, bahwa, walaupun fikiran kita itu tidak mentjotjoki semua kemauan dari masing-masing fihak, ia menundjukkan bahwa Persatuan itu bisa tertjapai. Sekarang tinggal menetapkan sahadja organisasinja, bagaimana