Lompat ke isi

Halaman:Nasionalisme, Islamisme, dan Marxisme.pdf/26

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini telah diuji baca

bentjana-kelaparan jang telah terdjadi oleh „practijknja” faham Marxisme itu, — mereka menundjukkan tak mengertinja atas faham Marxisme, dan tak mengertinja atas sebab terpelesetnja „practijknja” tahadi. Sebab tidakkah Marxisme sendiri mengadjarkan, bahwa sosialismenja itu hanja bisa tertjapai dengan sungguh-sungguh bilamana negeri-negeri jang besar-besar itu semuanja di-„sosialis”-kan?

Bukankah „kedjadian” sekarang ini djauh berlainan daripada „voorwaarde” (sjarat) untuk terkabulnja maksud Marxisme itu ?

Untuk adilnja kitapunja hukuman terhadap pada „practijknja” faham Marxisme itu, maka haruslah kita ingat bahwa „failliet” dan „kalang-kabut”-nja negeri Rusia adalah dipertjepat pula oleh penutupan atau blokade oleh semua negeri-negeri musuhnja: dipertjepat pula oleh hantaman dan serangan pada empatbelas tempat oleh musuh-musuhnja sebagai Inggeris, Perantjis, dan djenderal-djenderal Koltchak, Denikin, Yudenitch dan Wrangel; dipertjepat pula oleh anti-propaganda jang dilakukan oleh hampir semua surat-chabar diseluruh dunia.

Didalam pemandangan kita, maka musuh-musuhnja itu pula harus ikut bertanggung-djawab atas matinja limabelas djuta orang jang sakit dan kelaparan itu, dimana mereka menjokong penjerangan Koltchak, Denikin, Yudenitch dan Wrangel itu dengan harta dan benda; dimana umpamanja negeri Inggeris, jang membuang-buang berdjuta-djuta rupiah untuk menjokong penjerangan-penjerangan atas diri sahabatnja jang dulu itu telah „mengotorkan nama Inggeris didunia dengan menolak memberi tiap-tiap bantuan pada kerdja-penolongan” sisakit dan silapar itu; dimana di Amerika, di Rumania, dan di Hongaria pada saat terdjadinja bentjana itu pula, karena terlalu banjaknja gandum, orang sudah memakai gandum itu untuk kaju-bakar, sedang dinegeri Rusia orang-orang didistrik Samara makan daging anak-anaknja sendiri oleh karena laparnja.

Bahwa sesungguhnja luhurlah sikapnja H. G. Wells, penulis Inggeris jang masjhur itu, seorang jang bukan Komunis, dimana ia dengan tak memihak pada siapa djuga, menulis bahwa, umpamanja kaum bolshevik itu tidak dirintang-rintangi mereka barangkali bisa menjelesaikan

26