PRAKATA
Nasionalis di Lingkungan Aristokrat Islam Sambas merupakan salah satu seri “Inventarisasi Tokoh Sejarah dan Budaya“ dari Balai Pelestarian Nilai Budaya Provinsi Kalimantan Barat tahun 2021. Secara teknis, program ini bertujuan untuk mendukung pengusulan calon pahlawan serta penerima Anugerah Kebudayaan dan Penghargaan
Maestro Seni Tradisi. Terkait dengan tujuan pertama, tulisan ini mengajukan hasil kajian awal tentang sosok yang memiliki peran kebangsaan dari Kalimantan Barat. Secara substansial, penulisan tokoh kebangsaan ini diharapkan dapat melengkapi pemahaman historis akan identitas kebangsaan Indonesia yang merupakan bagian dari pendidikan politik.
Studi tentang tokoh sejarah dalam tulisan ini ditempatkan sebagai jendela untuk memahami perkembangan nasionalisme di Indonesia, khususnya Kalimantan Barat. Melalui tokoh yang tentunya berfokus pada aspek kepribadian dan peranannya, studi nasionalisme ini diharapkan dapat menghasilkan sisi kemanusiaan yang unik.
Mengajukan dua tokoh yang berasal dari lingkungan sosial budaya yang sama, tulisan ini menunjukkan bahwa setiap individu akan menghasilkan ide dan pergerakan khas lewat berbagai dialog ide di beragam tempat persemaian. Melalui Raden Muslimun Nalaprana dan Uray Abdul Hamid, tulisan ini menyuguhkan ide dan praktik nasionalisme dalam transformasi struktural, yakni dari sistem feodal-kolonial ke sistem demokratis-nasional. Raden Muslimun Nalaprana, seorang aristokrat dan birokrat, tumbuh menjadi nasionalis kanan yang kooperatif. Adapun Uray Abdul Hamid tumbuh menjadi seorang nasionalis kiri anti-kolonial.
XI