MADILOG, Tan Malaka (1943) #
Ujian: Kita tarik garis tinggi AD (artinya AD membentuk sudut (90°) pada BC
<ADC sama bentuk dengan <ADB.
Jadi, ADC sama bentuk dengan ADB
(menurut teori sama sebangun) - tingkat I
CD:AC = AC: BC
DB:AB = AB : BC
(menurut teori sudut siku) - tingkat II
Jadi AC² = CD x BC
AB² = DB x BC
(menurut teori hukum aritmetika) - tingkat III
AC² + BC² = (CD + DB) x BC
= BC x BC
= BC²
(menurut hukum aritmetika) - tingkat IV
Empat tingkat I, II, III, IV, kita mesti jalani baru sampai ke penghabisan. Masing-masing
dari 4 tingkat itu ialah teori geometri juga, tetapi III dn IV ialah teori atau hukum yang
dipakai pada aritmetika yang bisa dipakai pula dalam aljabar. Tiap-tiap teori yang dipakai
bisa dipecah lagi menjadi teori yang dipelajari lebih dahulu.
Nyatalah sifat atau metode cara sintetis itu memasang teori yang sudah dikenal, sampai teori yang mesti diuji nyata kebenarannya. Kita berjalan dari yang dikenal kepada yang baru. Kita pasang segala teori yang sudah dikenal guna menyatakan yang belum dikenal. Seolah-olah kita berjenjang naik!
Kalau kita pakai jalan analitis, kita berlaku sebaliknya. Kita bertangga turun.
66