MADILOG, Tan Malaka (1943) #
Bagian 1. SEBAB DAN AKIBAT. Sebab dan Akibat, cause and effect, causality, oorzaak en gevolg. Ini memang bikin repot ahli filsafat kolot dan lebih-lebih ahli agama yang mau mencemarkan kaki pula pada Dunia Filsafat atau Ilmu Bukti. Science, jaman sekarang tiada bayak lagi memusingkan kepala seperti ahli filasfat kolot dan ahli agama itu.
Marilah sebentar kita takjub! Layangkan pikiran keratusan ribu tahun kebelakang. Perhatikanlah nenek dari nenek moyang kita yang tinggal di gua batu atau diatas pohon kayu. Pada satu hari ia patahkan dahan kayu dan pisahkan ranting dan daunnya.
Sekarang pekerjaan semacam itu kita sebut “dia membikin tongkat”. Dengan tongkat ini dia pukul kepala ular, menjangan atau monyet buat dimakan. Berkali-kali dia membuat tongkat dan membunuh binatang dengan tongkat itu, dari bapak turun keanak dan cucu. Sesudah kerja dan makan, nenek kita itu sering kita juga melayangkan mata dan pikirannya ke horizon, cakrawala batas pemandangan dan kelangit. Ajaib semuanya! "Siapa yang bikin?" Inilah pertanyaan yang timbul padanya: Cocok dengan pekerjaan buat penghidupan sehari-hari dan barangkali juga sudah termasuk kedalam "bahasanya", dia pikir, bahwa semuanya itu ada mempunyai “pangkal dan ujung" seperti tongkatnya. Berkepala dan berekor seperti ular makannya. Ada pikiran dan pembikinnya, seperti dia dan tongkatnya. Ada bersebab dan akibatnya: seperti ular mati karena pukulannya.
"Semua di Alam ini" katanya ada bersebab dan berakibat. "Yang bikin Alam ini, ialah pohon sagu" katanya, pada satu tempat dan pada satu tempo. "Yang bikin Alam ini Naga" katanya pada lain tempat dan lain tempo. Berlain-lain "pembikin" creator itu, ialah menurut keadaan perkakas dan pencahariannya. Tetapi semua "pemikir” diantara nenek moyang kita yakin, bahwa mesti ada yang bikin alam ini seperti dia “bikin" tongkat. Mesti ada asal, sebab, dari “semua" ini, seperti ular tadi mati sebab pukulannya.
Semua itu pasti “menurut pikirannya". Sebab atau asal dari tongkat tadi, ialah dia sendiri. pasti yang menjadi sebab matinya ular tadi, ialah pukulannya. Pastisebab dari alam ini ialah pokok sagu atau Naga.
Atas rel aliran pikiran semacam itu juga, sebetulnya selang belum berapa lama, cuma
beberapa ribu tahun saja, sedangkan sejarah manusia sudah 500.000 tahun dan di Egypt lahir
197