Lompat ke isi

Halaman:Madilog.pdf/178

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini telah diuji baca

MADILOG, Tan Malaka (1943) #

Tiga kemungkinan semacam itu tidak bisa dipastikan dengan ya atau tidak saja dalam satu simpulan. Kalau berbuat begitu makna mesti terperkosa. Walaupun "conversion" itu sudah dicatat diatas, tak ada salahnya kalau disini kita kasih definisi cukup. Pembalikan ialah: Satu proses atau perubahan, dimana pokok pada simpulan (proposition) asal jadi sebutan pada pembalikan dan sebutan pada simpulan asal menjadi pokok pada pembalikan, pembalikan mana sama kebenarannya dengan simpulan asal.

Pembentukan semangat Revolusi Perancis tahun 1754, Rousseau mahaguru Filsafat Hegel dan Bapa Historical Materialis Marx banyak sekali menggunakan pembalikan itu. Dengan begitu daerah penyelidikan mereka bertambah dalam, arti bertambah luas dan bunyi bertambah merdu.

Pasal 4. OBVERSION (PERLIPATAN).

Permulaan kata, conversion, kata technical yang mengandung seluk-beluk yang dalam itu, saya terjemahkan dengan "pembalikan". Kata obversion dengan "perlipatan". Kalau kita membalikkan sesuatu barang, kain umpamanya, muka di bawah terbalik ke atas. Tetapi kalau melipat cuma sebagian kain saja yang terbalik.

Perlipatan kalau di-definisikan: ialah perubahan bentuk (bukan arti!) satu simpulan kepada simpulan lain, dimana "sebutan"pada simpulan asal bertukar jadi "sebutan yang berlawanan arti" pada perlipatan. Perlipatan juga mempunyai Undang: "Sebutan pada perlipatan itu mesti berlainan dengan arti sebutan pada simpulan asal". A mesti ditukar dengan non-A. Tak boleh dipakai arti setengah-setengah, yang mengandung kompromis, permufakatan pada kedua belah pihak yang berlawanan.

Kita periksa sekarang 4 perkara yang sudah kita kenal.

A. Simpulan Asal. Misal: Semua Haji pernah ke Mekah. Perlipatan: Tak satu Haji yang tak pernah ke Mekah.

Kata "semua” dan “tak satu” bukan berlawanan pokok, melainkan berhubungan dengan

177