Lompat ke isi

Halaman:Macao Po.pdf/90

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini telah diuji baca

88

TJERITA ROMAN

mempoenjain nasib jang begitoe djelek.

,,Apakah bisa djadi jang papa kloear kota?” ia menanja pada diri sendiri sesoedahnja ia mengetahoei jang sampe djam 4 sore papanja masih belon djoega dateng.

Ia agaknja mempoenjain perasa’an jang tida enak atas dirinja iapoenja papa, jang tida sari-sarinja di waktoe brapa hari blakangan ini soeka berpergian sampe sekean lamanja.

Dengen hatinja jang sanget berdebaran ia menantiken kabar dari kantoor politie jang aken bertaoeken tentang kesoedahannja itoe penggrebekan pada itoe kawanan pedagang-pedagang machloek hidoep.

Begitoelah waktoe telefoon berboenji ia soedah lontjat dari korsinja dan laloe menoedjoe ka itoe pekakas, kerna ia sangka itoe ada dari politie, tapi ternjata itoe ada dari sala satoe sobatnja iapoenja ajah jang menanjaken apa iapoenja papa soedah poelang ke roemah.

Hatinja King-san tambah memoekoel lebih keras, ia sendiri tida taoe kenapa djadi begitoe dan sampe lama sekali ia berada dalem itoe keada’an hingga zonder terasa ia oetjapken ini perkata’an: ,,Apakah papa nanti merasa kebratan........ kaloe....... kaloe seande akoe ambil itoe gadis sebagi akoe.... poenja........ istri?” ia poenja moeka dengen mendadak djadi merah seperti terbakar waktoe oetjapken itoe semoea. ,,Apakah mama nanti bisa seneng kaloe ia mempoenjai anak mantoe satoee M a c a o-p o?"

Selagi ia pikirken itoe semoea, tida lama lagi telefoon berboenji lagi dan sekarang ia bisa pastiken jang ini tentoe ada dari kantoor politie,