Lompat ke isi

Halaman:Macao Po.pdf/85

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini telah diuji baca

'MACAO-PO'

83

na kaloe begitoe, kenapa akoe moesti di iket dengen ini rante jang koeat.”

Tida lama kemoedian A-moay diprentah boeat naek auto jang soedah bersedia di depannja itoe roemah.

Kombali di sini ia dibikin terheran-heran, kerna itoe auto, adalah jang ia pernah toempangin itoe hari, waktoe ia boeat pertama kali mengindjek tanah Indonesia, dan begitoepoen itoe pengandar.

Sebentar lagi itoe auto telah meninggalken itoe gedong jang indah dan besar dan dilariken dengen tjepet sekali, tida taoe kemana.

A-moay tida taoe nasib apa lagi jang menoenggoe aken menimpah atas dirinja. Poen ia tida taoe itoe orang aken bawa dirinja ka mana. Ia pasrah sadja kepada Allah apa jang aken terdjadi atas dirinja itoe.


Tiga hari telah liwat sesoedahnja King-san ketemoeken itoe Macao-po di itoe roemah gedong jang indah, jang ternjata ada satoe roemah pelatjoeran dan ada mendjadi Sarangnja tengkoelak-tengkoelak manoesia jang kedjem.

Itoe pagi, selagi Ntjik Kiang-seng tida berada di roemah, King-san ada berdoedoek sendirian di roeangan depan dari iapoenja roemah gedong jang indah sambil batja bebrapa soerat-kabar. Tapi ia tida taoe apa jang ia soedah batja, kerna pikirannja King-san ternjata masih sadja ditoedjoeken pada itoe prempoean moeda jang ia ketemoeken pada tiga hari berselang di itoe roemah pelatjoeran. Ia selaloe pikirken dan bajangken nasibnja si tjantik tadi, jang ia pertjaja betoel, boekan ada satoe prempoean dari golongan rendah sebagimana ajahnja