'MACAO-PO'
77
roepanja sanget bingoeng sekali dan ingin lantas berlaloe dari sitoe kaloe ia denger sang poetra berkata lagi;
,,Ini pagi akoe ingin bertaoeken itoe pada...... p o l i t i e, papa......"
,,P o l i t i e.......???' menanja sang ajah dengen terprandjat dan berdiri dari tempat doedoeknja.
,,ltoe tida perloe, sebentar lagi akoe aken selidikin sendiri lebih doeloe ini oeroesan dan kaloe perloe akoe nanti jang minta pertoeloengannja politie, djangan kaoe toeroet tjampoer lagi, serahken ini semoe padakoe."
,,Soekoerlah, kaloe papa soeka selidikin sendiri ini oeroesan. Soenggoeh akoe tida tegah meliat dan mendengar keloehannja itoe gadis jang tida berdosa sama sekali, jang soedah di dagangken kehormatanja oleh itoe orang-orang dari golongan rendah,” King-san berkata lebih djaoeh dan ia merasa sedikit heran, bahoea ajahnja djadi begitoe terprandjat dan goegoep, waktoe ia maoe bertaoeken ini oeroesan pada politie,
,,Kaoe toenggoe sadja di roemah, sebentar akoe aken dateng kombali." berkata itoe ajah dan berlaloe.
Dengen hati berdebaran King-san itoe hari menanntiken datengnja sang ajah dari itoe penjelidikan. Tapi hari sampe mendjadi sore, itoe ajah jangditoenggoe-toenggoe belon djoega dateng. Ia sanget koeatirken jang pekerdja’annja sang ajah tida aken membawa hasil dan membikin itoe anak gadis tersia-sia boeat kloear dari itoe roemah. ,,Akoe moesti toeloeng padanja ini hari djoega” ia berkata sendirian. ,,Kerna kaloe tida, ia aken alamken lagi ke-