40
TJERITA ROMAN
kin lebih terheran-heran lagi. Prabotan di itoe kamar ada tida koerang netjesnja dari di roeangan dalem. Semoea prabotan jang berwarna merah moedah ada menambahken keindahannja itoe kamar. Tjoema A-moay tida abis mengerti kenapa di dindingnja itoe kamar ada di gantoengin banjak sekali gambar-gambar jang meroepaken portretnja prempoean-prempoean jang tjantik dalem keada'an................separoh telandjang.
„Apakah akoe mengimpi.............?” Ia kliatan sedikit bingoeng. „Apakah ini betoel akoe poenja kamar. Ini tida bedah sebagi kamarnja seorang poetri bangsawan.”
A-moay masih terlaloe asing boeat bisa mengetahoei, jang ia sekarang ada di dalem satoe roemah, jang ada mendjadi sarangnja kong-tjoe-kong tjoe idoeng poetih. O, ini gadis jang tida berdosa, ia aken alamken satoe penghidoepan jang sanget getir sekali. Ia bakalan terasing dalem pergaoelan jang sopan boeat kemoedian ia tjoema dipandeng tida lebih dari satoe andjing gladak oleh kaoemnja sendiri.
Dalem iapoenja keada'an bingoeng di dalem itoe kamar, satoe prempoean Tionghoa telah dateng dalem kamarnja sambil bawa satoe tjangkir thee, jang ditaroh di mana atasnja satoe medja ketjil di podjokannja itoe kamar, dan dengen goenaken bahasa Kong-fu itoe prempoean laloe berkata: „Minoemlah ini thee, nona.” Kemoedian itoe prempoean dengen tjepet berlaloe dari itoe kamar.
Dalem keada'an bengongnja A-moay tida bisa oetjapken atawa tanja apa-apa pada itoe prempoean.