Lompat ke isi

Halaman:Macao Po.pdf/41

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini telah diuji baca

'MACAO-PO'

39

nja jang serba bagoes dan diatoernja begitoe rapih dengen di dindingnja ada tergantoeng banjak sekali pigoera-pigoera jang indah, jang semoeanja tentoe berharga mahal sekali. Ia selamanja belon pernah mengindjek satoe gedong jang begini indah seperti sekarang, jang meroepaken sebagi astana dalem impiannja.

„Njata akoe tida salah doega,” berkata A-moay dalem hatinja.

Si gemoek itoe tida oetjapken perkata'an apa-apa lagi, hanja djalan masoek sambil di blakangnja ada berdjalan A-moay dengen tindakan jang indap-indap. Sampe di depannja satoe kamar, Kuang-hong laloe brenti dan berpaling pada A-moay dan berkata:

„Nona, ini ada kaoe poenja kamar,” ia berkata. „Satoe boedjang bangsa Kong-fu sebentar lagi aken dateng boeat melajanin kaoe poenja keperloean. Akoe harep kaoe bisa mengasoh dari kaoe poenja ketjapean.”

„Apa saja tida perloe ketemoein njonja roemah lebih doeloe?” ia menanja dengen heran, kerna tida satoe prempoean poen ada menjamboet atas iapoenja kedatengan.

„Njonja roemah sekarang lagi ketamoean. Marika tida ada tempo aken ketemoein kaoe. Toenggoe sadja sampe besok pagi.” Setelah oetjapken itoe perkata'an ia laloe berlaloe.

„Satoe boedjang aken melajanin akoe poenja keperloean menanja A-moay seorang diri. „Apakah akoe dateng di sini boekannja boeat bekerdja?”

Kaloe tadinja A-moay dibikin begitoe kagoem dan heran dengen keindahannja itoe gedong, adalah sesoedahnja ia masoek di itoe kamar, ia telah dibi-