Lompat ke isi

Halaman:Macao Po.pdf/28

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi

26

TJERITA ROMAN

jang kaoe poenja iboe senantiasa masih hargaken kaoe poenja kesoetjian, kaloe kaoe kombali lagi di ini tempat kelahiranmoe."

A-moay laloe rangkoel pada sang iboe dan adenja dengen berbarengan sambil menangis sesenggoekan.

Itoelah ada satoe perpisahan jang sanget mengharoeken.

Sepoelangnja anterken pada sang poetri, njonja Kong-chang laloe berkata pada soeaminja:,,Akoe tida begitoe pertjajaken pada tingka lakoenja itoe njonja bangsawan."

,,O, ia ada satoe njonja jang baek, boekan? Akoe pertjaja jang A-moay bakalan mendjadi satoe orang jang broentoeng sekali," menjaoet itoe soeami.

,,Tapi, iapoenja moeka jang begitoe angker dan djelek ada sanget menakoetken sekali, teroetama kaloe akoe perhatiken iapoenja gerak-gerakan dan iapoenja mata jang begitoe tadjem."

,,Ach, orang tida boleh djadjakin orang poenja hati dari iapoenja tampang moeka. Sebegitoe djaoeh akoe taoe, njonja Wong ada seorang jang baek dan ia ada satoe njonja jang hartawan besar."

,,Akoe sangsi sekali............"

,,Pertjajalah padakoe, istrikoe, jang A-moay soedah djatoh di dalem tangannja orang jang baek-baekan."

Sha-yi, itoe istri jang mempoenjain hati jang sabar, tinggal diam sadja dengen iapoenja aer mata melele toeroen dari kedoea matanja.

,,Oh, Allah, beriken satoe kekoeatan pada anakkoe jang lakoeken perdjalanan jang begitoe djaoeh,