24
TJERITA ROMAN
A-moay berboeat itoe semoea, seperti djoega ia dapetken kisikan bahoea ia tida aken bisa kombali lagi di itoe roemah, di itoe tempat, di mana ia dari ketjil ada tinggal.
„A-lien,” ia berkata pada sang ade. „Selama akoe tida berada di roemah,berlakoelah jang baek, akoe saben-saben aken kirim oewang kemari aken goena kaoe poenja ongkost sekolah. „Bantoelah iboe sesoedahnja kaoe poelang dari sekolahan dengen radjin.”
Selaennja iapoenja iboe, ini ade poen ada mempoenjai perasa'an jang tida enak sekali atas dirinja sang tatji, maka ia selaloe menangis sadja, dan ingin bisa toeroet djoega bersama-sama itoe tatji kloear negri.
Begitoe djoega A-fang, A-moay poenja ade laki, merasa sanget sedih sekali aken ditinggalken oleh sang tatji. Ia sedikitpoen tida mempoenjai perasa'an girang, maskipoen ia taoe jang ia bakal bisa teroesken peladjarannja di University dengen itoe oewang jang tatjinja ada dapet.