Lompat ke isi

Halaman:Macao Po.pdf/23

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi

tambah lebih girang kerna ia bakal bisa berdiam boeat bebrapa hari di itoe kota Singapore jang terkenal.

„Djadi dengen begitoe akoe aken brangkat dari Hongkong pada nanti hari Minggoe pagi dengen sala satoe kapal Italie ka Singapore,” melandjoetken itoe njonja. „Akoe banjak harep nona soedah bersedia pada itoe hari dan djam jang ditetepken. Djoega akoe ingin sekali bisa dapetken nona poenja portret, jang akoe aken kirim sebentar lagi ka Batavia dengen Air-mail.”

„Ja,” berkata A-moay. „Boeat itoe akoe poen soedah sediaken.” Ia laloe kloearken dari taschnja, iapoenja foto dan serahken itoe pada njonja Wong.

„Ach, ini ada baek sekali,” berkata itoe njonja dengen girang. A-moay kepel-kepel tangannja bahna kegirangan jang iapoenja lamaran itoe soedah ditrima oleh itoe njonja.

Seblonnja marika berpisahan itoe njonja soedah kloearken dari taschnja bebrapa lembar oewang kertas dan serahken itoe pada A-moay seraja berkata:

„Trimalah ini oewang, nona, boeat kaoe poenja keperloean di roemah.” Ia serahken itoe oewang jang berdjoemblah tida koerang dari 750 dollar begitoe gampang seolah-olah ia tida hargaken sama sekali pada itoe benda doenia jang diboeat reboetan oleh millioenan manoesia di ini alam djagat.

Meliat itoe djoemblah jang begitoe besar A-moay djadi terkedjoet. Selama ia hidoep ia belon pernah meliat oewang jang berdjoemblah begitoe besar dan iapoenja mata bersinar terang sekali bahna girangnja.