Lompat ke isi

Halaman:Macao Po.pdf/20

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi

18

TJERITA ROMAN

goetken kepalanja selakoe menghormat, sedeng A-moay tjoema bisa tinggal berdiri dengen djedjek sadja.

Itoe njonja bangsawan ada sanget perhatiken betoel-betoel pada A-moay dan kaloe orang perhatiken betoel-betoel, iapoenja mata ada mengloearken sinaran jang terang, seolah-olah ia lagi kegirangan. Ia sanget kagoemken pada ketjantikannja itoe nona moeda jang sekarang berdiri di hadepannja.

„Njonja........” berkata ajahnja A-moay, „kita dateng kemari adalah boeat menanjaken prihal adanja itoe advertentie jang di moeat di dalem soerat kabar. Njonja ada tjari satoe gadis jang bisa bahasa Inggris, boekan?”

„Ja, itoe bener sekali”, menjaoet itoe njonja Wong sambil matanja masih memandeng pada itoe gadis.

A-moay jang dipandeng begitoe roepa oleh itoe njonja, laloe toendoekin kepalanja.

„Tapi........” melandjoetken itoe njonja. „Itoe boekan boeat akoe sendiri, hanja akoe poenja familie jang tinggal di Batavia ada minta akoe poenja pertoeloengan boeat tjariken satoe gadis jang bisa bahasa Inggris boeat bisa diadjak omong-omong dengen iapoenja poetri jang lagi fahamken itoe bahasa. Apa ini nona jang ingin melamar itoe pekerdja'an?”

„Ja, njonja,” menjaoet A-moay dengen pendek. „Akoe telah fahamken itoe bahasa soedah sekean taoen lamanja.

A-moay kliatan sedikit goegoep dan merasa kikoek waktoe oetjapken itoe perkata'an, kerna itoe njonja tida brentinja pandeng padanja dengen iapoenja mata jang tadjem.