Lompat ke isi

Halaman:Macao Po.pdf/19

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi

'MACAO-PO

17

pergi ka itoe hotel, dimana ada tinggal itoe familie dari Batavia.

Dengen hatinja berdebaran, A-moay ada berdjalan di samping ajahnja menoedjoe dari halte tram ka itoe hotel St. Francis jang angker dan indah, jang A-moay selamanja belon pernah indjek.

Kaloe orang perhatiken betoel-betoel pada Amoay, orang dapet taoe jang iapoenja badan ada sedikit goemeteran, sedeng sang ajah berdjalan dengen tindakan jang tetep dan tida menoleh kekanan atawa kekiri.

Sampe di depannja di Hotel jang indah, marika telah dipapak oleh satoe portier jang menanjaken tentang maksoed kedatengannja. Kong-chang menerangken jang ia ingin ketemoe pada itoe familie dari Batavia jang ada tinggal di kamar No. 16.

Itoe portier laloe mengilang dan sebentar lagi kombali dengen berkata:

„Njonja Wong-fat ingin toean dan nona soeka menoenggoe di kamar tetamoe di roeangan dalem. Sebentar ia aken ketemoein pada toean dan nona.”

„Njonja Wong-fat........” menggrendeng A-moay. „Satoe nama jang angker sekali; ia tentoe ada seorang bangsawan.”

Sebentar lagi seorang prempoean jang pengawakannja tegep dan berpakean Shanghai-dress jang sanget mentereng, ada berdiri di hadepan marika. Di lehernja itoe njonja ada tergantoeng satoe kaloeng berlian jang menjiarken sinaran jang berkelap-kelip kena sinarnja sang terang.

Dengen goenaken bahasa Inggris ia laloe menanja:

„Apa toean dan nona bitjara bahasa Inggris?” „Ja, njonja,” menjaoet Kong-chang sambil mang-