Lompat ke isi

Halaman:Macao Po.pdf/12

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi

10

TJERITA ROMAN'

teng sendiri di St. Francis Hotel di Hongkong, kamar No. 16. Marika tentoe ada dari familie jang sanget kaja sekali, kerna tinggal di itoe Hotel jang paling indah di Hongkong. Akoe rasa pekerdja'an begitoe ada sanget tjotjok boeat A-moay, kaloe seande ia bisa dapetken itoe pekerdja'an. Kaoe djoega tentoe merasa girang, boekan?”

„Ja, mama, akoe selaloe kepingin sekali boeat bisa bikin perdjalanan di loear negri,” berkata itoe gadis sambil moekanja kliatan berseri-seri. „Besok pagi akoe aken dateng koendjoengin pada itoe familie di St. Francis Hotel. Soerat-soerat ketrangan akoe bisa kasih brikoet akoe poenja diploma dari Diocesan School di Kowloon.”

Itoe iboe roepanja tida begitoe ketarik dengen apa jang baroesan sang poetri dan soeami ada toetoerken. Ia sedikitpoen tida merasa girang tentang adanja itoe pekerdja'an jang sang poetri ada sanget inginken. Dengen plahan ia laloe menjaoet:

„Tapi, anakkoe, betoelkah kaoe ingin bisa kloear negri dan tinggalken pada kita orang? Inget, jang doeloe kaoe pernah bilang padakoe jang kaoe ada lebih soeka kasihken peladjaran pada kaoe poenja sobat-sobat jang miskin di ini desa, dari pada moesti kloear negri.”

„Itoe betoel, mama, tapi, apakah akoe bisa dapetken penghasilan jang begitoe besar dengen tjoema kasihken les pada kaoem miskin di ini desa?” berkata A-moay sambil mendeketin pada sang iboe, seperti satoe anak jang minta dikesianin.

„Kaoe kliroe, istrikoe, di loear negri, selaennja A-moay bisa dapetken penghasilan jang besar, djoega iapoenja kepandean ada lebih dihargaken dari pada ia berada di ini desa,” berkata sang ajah.