8
TJERITA ROMAN
„Papa!” kedengeran satoe soeara dari satoe podjokan di itoe roeangan roemah jang ketjil. „Ini ada satoe kabar jang sanget mengirangken bagi akoe.” Ternjata itoe ada soearanja seorang gadis jang dateng mendeketin pada itoe orang toea, sambil di tangannja ada menenteng satoe lembar soerat kabar. Iapoenja paras moeka kliatan berseri-seri dan sesoedahnja berada di hadepannja itoe orang toea ia laloe batjaken satoe advertentie jang boenjinja ada sebagi brikoet:
„Satoe familie baek-baek di Batavia mentjari seorang gadis jang bisa bahasa Inggris boeat lajanin pada poetrinja jang lagi fahamken itoe bahasa. Pengawakan dan tingka lakoe jang baek ada sanget dipoedjiken. Pekerdja'an tida berat, sedeng gadjih tinggi. Penglamar di minta dateng sendiri di mana Saint Francis Hotel, kamar nommer 16 di Hongkong.”
„Papa, bagimana broentoeng akoe nanti merasa, apabila akoe bisa dapetken itoe pekerdja'an”, berkata itoe gadis lebih djaoeh sambil tangannja masih menenteng itoe soerat kabar jang ia baroesan ada batja.
Kong-chang, itoe orang toea, jang ternjata ada mendjadi ajahnja itoe gadis, laloe taroh iapoenja tjangkir koffie di atas medja dan laloe senderken badannja di mana itoe korsi. Ia laloe ambil itoe soerat kabar dari A-moay, iapoenja poetri itoe, dan sesoedahnja batja itoe advertentie ia laloe berkata:
”Ja, itoe ada baek sekali, anakkoe; pekerdja'an tida berat dan penghasilan besar. Kaoe bisa lamar itoe, kerna kaoe toch pernah fahamken itoe bahasa jang ada diminta dalem itoe advertentie. Dengen