Selain ditempat-tempat jang besar-besar seperti dikota kedoedoekan Regent atau ditempat kedoedoekan wedana, ditanah Djawa atjap kali poela terdapat masdjid itoe didésa-désa jang ketjil atau ditempat jang terpentjil, ja‘ni soeatoe tempat jang ta’ disangka patoet mempoenjai masdjid, karena tidak perloe bagi pendoedoek kelilingnja, mengingat banjaknja pendoedoek itoe.
Masdjid jang seroepa itoe diperboeat dekat koeboeran seorang wali atau dekat koeboeran seorang kiai jang masjhoer, dan ialah tempat orang berziarah, misalnja: masdjid di Godog, jang letaknja tinggi diléréng goenoeng dekat Garoet, jaitoe tempat Kean Santang dimakamkan; di Tembajat dekat Kiaten pada makam Kiai Pandan Arang; di Lérao di afdeeling Gresik, jaitoe soeatoe tempat jang disangkakan tempat poeteri
Tjaropa dimakamkan, seorang poeteri jang moela² masoek Islam; dsb.
Banjak dari pada makam itoe jang mempoenjai toelisan, sehingga dapat diketahoei siapa jang terkoeboer disana itoe.
Dalam bahasa Melajoe diseboet orang
koeboer orang jang sangat moelia itoe „makam”. Nama ini seperti perkataan masdjid itoe asalnja dari pada bahasa ‘Arab djoega dan „tempat orang ada” artinja. Nama jang lain-lain jaitoe „keramat” atau „istana”.
Makam radja-radja jang telah mangkatpoen sangat dihormati orang djoega. Pemeliharaan dan pendjagaan makam-makam jang seperti itoe biasanja ditanah Djawa mendjadi kerdja kepada seboeah atau beberapa désa jang dekat letaknja kemakam itoe; désa itoe biasa dinamakan orang désa-pekoentjen.
Tidak djarang sekali-kali, dalam seboeah
negeri lebih dari pada seboeah didapati orang tempat, jang dioentoekkan bagi memperingati seseorang mati jang sangat moelia, dan termasjhoer namanja. Bahkan ada kedjadian, bahwa sebagai keramat orang jang dimoeliakan sematjam itoe ditoendjoekkan lebih dari pada satoe tempatnja, seperti Soenan Bonang oempamanja. Tentoe sadja hal itoe sebabnja, karena keramat itoe tidak selamanja bertoelisan; sebab itoe boléh djadi ragoe orang
9