Lompat ke isi

Halaman:Lontjeng Merenggut Arwah 03.pdf/9

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi

denjut kaget, kakek tua bermuka djelek itu ternjata telah tidak berada dipembaringan tersebut. Kemana perginja Peng Bin Koay hiap?

Tjepat-tjepat Ho Ho telah berlari keluar dari kamar itu, dia melihat saldju masih turun sedikit-sedikit,. dan diatas tumpukan saldju tampak tapak tapak kaki jang Katjau sekali. Ho Ho segera djuga dapat menduga bahwa tapak-tapak kaki jang ada diatas saldju itu pasti tapak-tapak kaki Peng Bin Koay hiap dan musuh jang telah datang menjatroni padanja.

Lama djuga Ho Ho berdiri dimuka pintu itu mengawasi tapak tapak kaki diatas tumpukan saldju tersebut. Achirnja si botjah teringat sesuatu, dan dengan tjepat dia telah mementangkan kakinja, berlari dengan tjepat sekali untuk melarikan diri dari tempat tersebut, karena Ho Ho memang ingin mempergunakan kesempatan dikala Peng Bin Koay hiap sedang menghadapi musuhnja itu. Ho Ho bermaksud ingin melarikan diri sedjauh mungkin dari tempat tersebut.

Hudjan saldju itu tidak dipedulikan oleh Ho Ho, dia berlari setjepat mungkin. Ho Ho jakin, kalau memang dia melarikan diri dengan tjepat mendjauhi tempat itu, pasti Peng Bin Koay hiap, jang sudah mendjadi gurunja, tidak akan bisa mentjarinja.

L.M Arwah—3

9