kan oleh Peng Bin Koay hiap ini adalah perihal ayahnja - - -
Sebelum mentjeritakan segalanja, Peng Bin Koay hiap telah menarik napas mengandung kemarahan beberapa kali. Matanja memandang bengis sekali kepada Ho Ho.
,,Hmmm — — — !" dengusnja dengan tawar sambil tetap memandang Ho Ho tadjam sekali. ,,Wadjahmu sangat mirip sekali dengan muka ajahmu itu — — — biarpun aku tidak bisa mentjari ajahmu guna melakukan pembalasan dendam, tetapi dengan terbunuhnja dirimu di tanganku, maka hatiku akan puas, karena kau adalah darah dagingnja, dengan membunuhmu, sama sadja aku telah melampiaskan dendamku itu — — — !"
,,Hajo kau mulai tjeritakanlah segalanja dengan djelas !” kata Ho Ho dengan mendongkol. ,,Tetapi setelah aku mendengar seluruh tjeritanmu dan ternjata ajahku tidak bersalah. hmmm, akupun tentu tidak akan senang perlakukan kasar — — - aku akan mati menjadi setan penasaran! Ingat, kau harus mentjeritakannja dengan djudjur, tidak boleh dilebih lebihkan atau dikurang-kurangi !"
(BERSAMBUNG)
—Apakah jang menjebabkau Peng Bin Koay hiap begitu: membentji pada Siangkoan Djie ? (ajah dari Ho Ho). —Bagaimana achirnja nasib dari Siangkoan Ho? Kami persilahkan anda batja sendiri pada kelandjutan dari tjerita ini lebih seru dan tegang !
(P.N.S.)
72
L.M.Arwah-3