Lompat ke isi

Halaman:Lontjeng Merenggut Arwah 03.pdf/71

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi

dalam, tampaknja dia bimbang benar.

,,Kalau kau tidak mentjeritakan asal-usul permusuhan dengan diri ajahku, tentu begitu aku mati, aku akan mendjadi setan penasaran —— —— —— aku akan mati dengan kedua mata jang tak terpedjamkan, karena aku akan mati penasaran sekali —— —— !” kata Ho Ho lagi.

,,Hmmm!” Peng Bin Koay-hiap telah mendengus memperdengarkan suara tertawa dingin. ,,Baik ! Aku bersedia untuk mentjeritakan persoalanku dengan persoalan ajahmu itu tetapi kalau nanti aku telah mentjeritakan seluruhnja persoalan kami itu dan kau menjangkal tidak menepati djandjimu, hmmm —— —— —— aku akan menjiksamu sehebat mungkin! Djangan kau mengatakan nanti aku manusia jang paling kedjam didalam dunia ini !"

,,Baik!” sahut Ho Ho dengan tjepat, ,,Begitu djuga boleh !""

,,Aku akan mentjeritakan garis besarnja --- dan kuharap kau mendengarnja baik-baik tentang kebusukan ajahmu itu — — —!” kata Peng Bin Koay-hiap lagi. Dia menghela napas dan mengawasi Ho Ho dengan tadjam sekali, lalu mulai mentjeritakan kisahnja, bagaimana sampai mukanja bertjatjad begitu djelek — — —.

Ho Ho mendengarkan dengan hati jang berdebar tegang, sebab jang sedang ditjerita-

58
L.M.Arwah-3