Lompat ke isi

Halaman:Lontjeng Merenggut Arwah 03.pdf/62

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi

Peng Bin Koay-hiap sambil tersenjum lutju. ,,Aku sudah bilang, lebih bagus kau selalu berada disampingku, maka tidak mungkin ada orang jang menghina dirimu!”

Ho Ho djadi malu, dia menundukkan kepalanja.

,,ini tjuma nasibku sadja jang sedang sial suhu!” kata Ho Ho tjepat. Tidak djuntrungannja nenek tua itu ingin mie menjiksaku — — dia mengatakan bahwa mukaku sangat mirip dengan ajahku dan nama ajahku juga kebetulan sama dengan nama jang di sebutkan oleh dia — —.”

Peng Bin Koay-hiap masih tertawa seorang diri, kemudian tanjanja:. ,, siapa nama ajahmu ?”

,,Siangkoan Djie!” sahut Ho Ho

,,Hah?” berseru Peng Bin Koay-hiap dengan kaget dan saking kagetnja, malah djago tua bermuka djelek dan bertubuh bungkuk itu telah melompat. berdiri.

Ho Ho djadi kaget melihat lagak Peng Bin Koay-hiap, dilihatnja mata djago tua bermuka djelek ini bersinar-sinar tadjam sekali, mukanja djuga djadi tidak enak dilihat.

‘’Suhu— — — kenapa kau?” tegur Ho Ho dengan heran.

,,Ajahmu bernama Siangkoan Djie?” tanja Peng Bin Koay-hiap kemudian.

62

L.M.Arwah-3