bundjin Ngo Bie Pay mendengar sepak terdjang Phang Lin itu, maka dia diperingati dan diusir dari pintu perguruan Ngo Bie Pay. Tetapi sedjak diusir dari Ngo Bie Pay, ternjata Phang Lin bukannja insjaf dan merubah watak buruknja itu, malah perempuan tua itu semakin mendjadi djahat dan sering kali melakukan perbuatan jang merugikan orang lain dengan hanja mengandalkan kepandaian jang dimilikinja.
Sambil bertjerita, achirnja mereka sampai dirumah ketjil itu.
Ho Ho sendiri sudah mengambil keputusan bahwa dirinja lebih baik berdiam dirumah ini dulu untuk berguru kepada Peng Bin Koay. hiap jang tampaknja liehay dan mempunjai kepandaian jang tinggi sekali, daripada dirinja terlunta-lunta tidak keruan — — maka dari itu, tekad Ho Ho djadi bulat untuk mempeladjari ilmu silat jang akan diturunkan oleh Peng Bin Koay-hiap ini— —.
Peng Bin Koay-hiap telah memandangi Ho Ho, dilihatnja muka si botjah telah bengapn bengkak-bengkak agak kebiru-biruan terkena tempelengan Phang Lin, serta telah dibanting berulang Kali.
Dengan sendirinja, kakek bermuka djelek ini telah mengeluarkan suara tertawa geli.
,,Ini dia peladjaran jang kau peroleh kalau main terlalu djauh ri rumah!” kata
L.M.Arwah-3
61