Lompat ke isi

Halaman:Lontjeng Merenggut Arwah 03.pdf/52

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi

Kalau memang ajahku itu orang jang kau maksudkan, tentu biarpun seluruh djalan darahnja akan tetap menaruh dendam, malah dengan lahirnja diriku ini, dia akan mendidik diriku agar mendjadi seorang djago guna membalaskan sakit hatinja itu, bukan?, Namun, kenjataanja sekarang, aku sedikitpun tidak mengerti ilmu silat !”

,,Bohong !"

,,Benar Popo— — — aku memang tidak mengerti ilmu silat sedikitpan!” sahut Ho Ho.

,,ltu mudah sadja, untuk menghindarkan diri dari mataku, tentu kau bisa pura-pura tidak mengerti ilmu silat!” kata si nenek dengan mendongkol.

,,Apa untungnja aku membohongimu?" tanja Ho Ho djadi sengit djuga.

,,Hmmmm, apa untungnja! Sudah djelas kau ingin melindungi djiwa busuk ajahmu itu!” sahut Phang Lin dengan sengit.

Dan membarengi dengan perkataannja itu, tahu-tahu: ,,Sreeetttt!” dia telah mentjabut keluar sebatang pedang pendek, jang tampaknja tadjam sekali, karena mata pedang itu tipis luar biasa.

,,Bersiap-siaplah kau mendjalani hukuman jang akan kudjatuhkan, karena kau masih membandel ingin melindungi ajahmu! Biarlah, aku biarpun tidak bisa mentjari ajahmu guna melampiaskan dendamku, toch sama

52

L.M.Arwah-3