diriku! Malah ajahku hampir pingsan waktu dia mendengar dari seorang tabib bahwa diriku sedang mengandung dan jang sedang kukandung itu adalah benih dari musuh besar.nja– – –! Dengan bengis ajah memrintahkan kepada tabib itu agar menggugurkan kandunganku itu! Setelah itu, aku diusirnja dan tidak mau diakui sebagai keturunan Phang lagi! Betapa menjedihkan sekali nasibku pada saat itu, tetapi aku tidak ber-daja sama sekali, maka aku telah terluntalunta selama bertahun-tahun. Sampai achirnja aku telah mempeladjari ilmu silat dari seorang niekouw jang liehay sekali, dengan maksud ngin pergi mentjari orang she Siangkoan itu guna melakukan pembalasan dan penasaran jang ku'alami ini! Hmmm––––= tetapi biarpun aku telah mentjarinia puluhait tahun,namun manusia tidak berbudi itu terniata tidak meninggalkan dierliak, aku tetap tidak bisa ment jarinja! Aku telah bersumpah,kalau bertemu dengan dia, aku tidak ingin diriku dibudjuk dan diraju agar mengasihani dia lagi, aku akan mentjingtjang tubuhnja,karena disebabkan dia, aku sampai tidak dialul oleh keluargaku lagi, dan djuga telah diusir dari keluargaku!"
Dan bertjerita sampai disini, tampakuja Phang Lin berduka sekali, mukanja dipenuhi oleh hawa amarah jang sangat.
.