Lompat ke isi

Halaman:Lontjeng Merenggut Arwah 03.pdf/44

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi

tjara mengepung, pada suatu hari ajahku bisa membekuk orang she Siangkoan ini. Dia dikurung didalam pendjara dalam tanah. Dan tjelakanja pada saat itu _ _ aku _ _ _ aku telah melihat orang she Siangkoan itu, jang kala itu baru berusia antara dua puluh tahun dan mukanja tjakap sekali, sama seperti kau _ _!" bertjerita sampai disini, mata Phang Lin tampak berkilat-kilat tadjam sekali dan memandang kearah jang djauh sekali, seperti djuga nenek tua ini sedang tjoba. tjoba mengingat kembali kedjadian ketika dia bertemu untuk pertama kalinja dengan Siang. koan Djie. Setelah itu, dia menghela napas dan melandjutkan tjeritanja lagi: ,,Dan tjelakanja akupun telah djatuh tjinta kepada bangsat itu ! Aku telah diam diam mendatangi kamar tahanannja dan karena mendengar budjuk rajunja, aku bersedia untuk mengchianati ajahku. Aku bersedia membebaskan dia, asalkan dia mau berdjandji menghabiskan permusuhan dengan ajahku. Dasar dia memang seorang bangsat, dia memberikan djandiinja kepadaku. Aku telah membebaskannja dan malam itu telah menjembunjikannja didalam kamarkur ! Besoknja ajahku djadi panik ketika menerima laporan pendjaga itu bahwa kamar tahanan itu telah kosong dan 'pendjahat' telah kabur !" dan setelah bertjerita sampai disini, nenek tua ini kembali menghela napas.

44

L.M.Arwah-3