Lompat ke isi

Halaman:Lontjeng Merenggut Arwah 03.pdf/41

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi

kan kemurkaan jang bergelora didalam hati-nja.

Ho Ho djadi tambah heran melihat kemarahan dan dendam jang meluap-luap begitu terhadap diri ajahnja.

,,Sebetulnja ——— sebetulnja permusuhan apa jang terdapat diantara dirimu dengan ajahku?” tanja Ho Ho kemudian dengan suara ragu ragu.

Muka si nenek Phang Lin djadi berubah hebat.

,,Hm —-- kau tidak tahu kebusukan jang telah dilakukan ajahmu?” tanja si nenek dengan suara jang menjeramkan sekali. ,,Hu, benar djuga, memang usiamu masih terlalu ketjil! Kau tentu memang tidak mengetahui kebusukan ajahmu itu! Lihatlah, wadjahmu mirip sekali dengan muka bangsat she Siangkoan itu! Hnmm --- aku akan mentjeritakan segalanja agar kau djangan mati dengan penasaran tanpa mengetahui kebusukan ajahmu itu!"

Dan setelah berkata begitu, si nenek tua telah menoleh kepada Sun Hwa Ling dan Sun Hwa Lian, jang dipanggilnja dengan hanja melambaikan tangannja.

Tjepat-tiepat Sun Hwa Ling dan Sun Hwa Lian telah menghampiri gurunja ini.

,,Duduklah! Kalian berdua djuga boleh mendengarkan tjeritaku ini, karena urusan ini menjangkut dengan diri kalian djuga!"

L.M.Arwah—3,

41