„Hu — — kalau memang memakan waktu jang begitu lama untuk mempeladjari ilmu berkelahi jang akan kau turunkan kepadaku, lebih baik aku tidak mempeladjarinja sadja — — karena aku tentu selain tidak mempunjai selera untuk mempeladjari ilmu berkelahi itu, djuga tidak mempunjai keuletan untuk mempeladjarinja begitu lama — —. Sebab itu pengangkatan guru dan murid ini dibatalkan saaja!”
„Plakkkkkkkk!” tahu-tahu muka Ho Ho telah ditempeleng oleh Peng Bin Koay-hiap karena djago ini djadi begitu mendongkol mendengar Ho Ho kembali mau membatalkan pengangkatan antara dirinja dan si botjah mendjadi ikatan guru dan murid.
„Kau terlalu rewel seperti nenek-nenek!” bentak Sam Tiong Gie dengan gusar. „Mana bisa pengangkatan guru dan murid ini dibatalkan lagi, karena kita telah bersembahjang kepada Thian! Sekarang tinggal kau berlutut menghundjuk hormat kepadaku dan memanggilku dengan sebutan Suhu (guru)!”
Ho Ho waktu ditempeleng oleh Sam Tiong Gie merasakan pipinja sakit sekali, dia sampai mengeluarkan seruan kaget. Tetapi hati si botjah seketika itu djuga djadi diliputi perasaan marah dan djuga darahnja meluap.
„Aku tidak djadi mengangkat kau djadi guruku!” teriak Ho Ho dengan njaring.
68
L.M.Arwah-2.