Lompat ke isi

Halaman:Lontjeng Merenggut Arwah 02.pdf/62

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi

tiba-tiba Peng Bin Koay-hiap telah bernjanji-njanji seperti orang sinting. Ditangannja terdapat sebuah bungkusan jang agak besar, dilempar keatas dan ditangkapnja lagi. Dilakukan berulang kali sambil melangkah masuk kedalam rumah.

„Botjah — — kemari kau!” bentak Bin Koay-hiap tiba-tiba.

Dengan segan Ho Ho telah melangkah masuk dan dilihatnja Peng Bin Koay hiap tengah membuka bungkusan jang baru dibawa pulang itu. Ternjata didalam bungkusan itu terdapat sepasang lilin, satu bungkus hio. dan beberapa matjam makanan serta sebotol arak.

„Hajo kita lakukan sekarang sadja pengangkatan antara murid dan guru — —!” kata Peng Bin Koay hiap dengan suara jang njaring sambil meletakkan kedua lilin dan membuka bungkus hio diatas medja ketjil didalam ruangan terbuka.

Dinjalakannja kedua lilin itu, dan méengambil enam pasang hio, dibakarnja dengan api lilin itu.

Ho Ho hanja mengawasi sadja apa jang dilakukan oleh Peng Bin Koay hiap, sampai achirnja pendekar aneh bermuka djelek ini memberikan tiga batang hio jang sudah menjala kepada Ho Ho.

„Tjepat kita bersembahjang, agar kita dengan resmi terhitung sebagai guru dan

62
L.M.Arwah—2