Lompat ke isi

Halaman:Lontjeng Merenggut Arwah 02.pdf/61

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi

djelek itu pulang, dia tidak melihat aku, pasti akan mentjak-mentjak marah tidak keruan ― ―! Tetapi ― ― setan djelejk itu mempunjai kepandaian jang luar biasa sekali, kalau memang nanti dia melakukan pengedjaran dan bisa membekuk diriku lagi, bukankah aku akan tjelaka disiksa oleh dia lagi― ―?” begitulah Ho Ho djadi ragu-ragu tenggelam didalam kebimbangannja.

Tetapi sedang Ho Ho dalam keadaan ragu-ragu begitu, dilihatnja dikedjauhan sebuah titik hitam jang semakin lama mendatangi semakin tjepat kearah rumah ini.

Di dalam waktu jang singkat sekali, segera djuga Ho Ho bisa melihat tegas bahwa titik hitam itu adalah seorang manusia jang sedang berlari dengan ketjepatan jang luar biasa diatas saldju itu. Malang setelah orang itu berlari lebih dekat lagi, dilihatnja jang berlari kearahnja itu adalah Peng Bin Koay-hiap.

Dengan tjepat sekali tubuh Ping Bin Koay-hiap telah melajang-lajang sampai didepan si botjah, gerakannja gesit seperti djuga seekor kidjang.

„Aha ― ― kau telah sembuh, botjah?” tegur Peng Bin Koay-hiap dengan girang.

Ho Ho menggangguk.

„Dari mana datangnja bunga lie, dari Siu-kwan menudju Kin-hoan, hari ini hari bahagia, aku akan memperoleh murid ―!”

L.M.Arwah―2.

61