Lompat ke isi

Halaman:Lontjeng Merenggut Arwah 02.pdf/59

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi

„Namaku bukan 'borjah busuk’. aku she Siangkoan dan bernama Ho!” sahut Ho Ho.

„Heh? Baik! Sekarang kau mengason-lah, aku akan mengurutkan dadamu — —!” kata Peng Bin Koay-hiap sambil membuka badju dibagian dada Ho Ho, kemudian mengurut beberapa djalan darah ditubuh Ho Ho.

Ho Ho berdiam, djari-djari tangan Sam Tiong Gie telah mengurut dadanja, dia merasakan sematjam hawa panas jang menerobos masuk kedalam dadanja, menjegarkan sekali.

Berangsur-angsur perasaan sakit didadanja itu lenjap dan diganti oleh perasaan njaman jang luar biasa sekali,

Ho Ho memedjamkan mata dan tanpa disadarinja dia tertidur pulas— — —!

Tjahaja matahari telah menjorot masuk dari lobang ketjil didjendela, dan Ho Ho saat itu telah membuka kelopak matanja.

Dia melihat pintu rumah itu tidak terkuntji, angin jang dingin menerobos masuk menerdjang tubuhnja. Saldju djuga tampak masih turun sedikit-sedikit, tidak selebat kemarin.

Tetapi didalam ruangan kamar itu Ho Ho tidak melihat Peng Bin Koay-hiap, entah kemana djago tua bermuka djelek itu, jang mempunjai lagak dan sikap aneh serta ugal-ugalan, telah pergi kemana.

L M Arwah ― 2

59