Lompat ke isi

Halaman:Lontjeng Merenggut Arwah 02.pdf/57

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi

ngambil milik orang lain?” balik tanja Ho Ho dengan sengit. ,,Maka dari itu, kalau memang kau mendidik aku pada peladjaran-peladjaran jang salah, biarlah aku membatalkan sadja maksudku untuk mengangkat kau mendjadi guruku, lebih baik kita bersahabat sadja!”

Muka Peng Bin Koay-hiap djadi berubah lagi seketika itu, bengis dan mengandung hawa amarah jang sangat.

„Hmmm — — kau benar-benar seorang botjah busuk!” katanja sengit. „Tadi kau telah berdjandji akan mengangkat diriku mendjadi gurumu, tetapi sekarang kau mau membatalkan djandjimu itu! Baik! Boleh sadja! Tetapi kau harus ingat, kalau memang kau tidak mau mendjadi muridku, maka terhitung kita tidak mempunjai hubungan apa-apa, maka kalau memang aku membunuhmu, itupun bukan mendjadi soal lagi!”

Ho Ho menghela napas.

„Sekarang kita tidak usah membitjarakan persoalan mengangkat guru dan murid, lebih bagus kau sembuhkan dulu lukaku! Kalau memang nanti aku telah sembuh dan memang tubuhku ini tjukup kuat untuk mempeladjari ilmu silat, maka aku bersedia untuk mengangkat kau djadi guruku! Tetapi ingat, aku tidak mau dididik mendjadi manusia djahat!”

Peng Bin Koay-hiap mendengus beberapa kali, dia benar-benar mendongkol sekali

L.M.Arwah-2.

57