Lompat ke isi

Halaman:Lontjeng Merenggut Arwah 02.pdf/56

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi

Tetapi sajangnja penduduk disekitar daerah ini hidup dalam kemiskinan, tidak bisa kuperoleh makanan jang enak-enak, selain mentjuri didapur gedung Tie-kwan — — kata Peng Bin Koay-hiap.

Ho Ho tidak mau mela janinja, di hanja melengos kearah lain.

„Djadi kau tetap tidak mau memakan barang makanan ini?” tegur Peng Bin Koay-hiap dengan suara jang ajaring, karena dia mendongkol sekali si botjah telah menolak pemberiannja ini.

„Benar!” sahut Ho Ho,

„Branggg!” tahu tabu Peng Bin Koay-hiap telah membanting semua makanan jang ada ditangannja itu, sehingga piring dan tjawan-tjawan itu petjah berantakan.

„Benar-benar kau botjah jang tidak tahu diuntung!” bentaknja dengan suara jang bengis sekali. „Hmmm — — aku sudah meletihkan diriku hanja sekedar mengambil kan makanan ini dari dapur gedung Tie kwan itu, namun kenjataann ja kau malah telah menolaknja dan djuga telah menista aku sebagai seorang pentjuri! Sungguh keterlaluan sekali!”

Ho Ho telah tertawa dingin.

„Bukankah kau meminta aku mengangkat diriku mendjadi muridmu? Mana boleh seorang guru mendidik muridnja untuk mendjadi seorang pentjuri jang selalu me-

56

L.M.Arwah-2.