mengalami penderitaan jang tidak enteng, dia telah disiksa oleh Han Peng Lin dan Kauw Lie Lie, menjusul penjiksaan oleh si kakek bermuka djelek Sam Tiong Gie. jang bergelar Pendekar Aneh Bermuka Dingin (es) ini--!
Sedang Ho Ho menjesali nasibnja begitu, tampak Peng Bin Koay-hiap telah melangkah masuk kedalam kamar itu lagi dengan memperlihatkan senjumnja.
„Lihatlah botjah, apa jang sedang kubawa ini!” teriak Peng Bin Koay-hiap disaat dia menghampiri kearah pembaringan itu.
Ho Ho meliriknja, dilihatnja ditangan Peng Bin Koay.hiap membawa sepiring ajam goreng jang masib bulat dan beberapa buah letjie.
„Dari mana semua barang-barang itu --?” tanja Ho Ho heran.
Peng Bin Koay-hiap telah tertawa lagi, tampaknja manusia bermuka djelek ini sedang gembira sekali.
„Aku telah mengambilnja digedung Tie-kwan (bakin)--hmmm, karena penduduk disekitar daerah ini miskin miskin dan hanja kepada para pembesar negerilah kita bisa memperoleh barang-barang seperti ini---!” sahut Peng Bin Koay-hiap sambil tertawa bangga. „Aku telah memukul pingsan djuru masak didapur gedung Tien kwan tersebut--hm nm, niereka tentu akan
54
L.M.Arawab-2