Lompat ke isi

Halaman:Lontjeng Merenggut Arwah 02.pdf/36

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi

Orang bermuka djelek itu, Peng Bin Koay hiap djadi mendongkol sekali mendengar perkataan Ho Ho, tetapi dia menekan perasaan mendongkolnja itu, karena perasaan ingin tahunja gelaran apa jang akan disebut oleh Ho Ho.

„Gelaran apa jang tjotjok bagi diriku?” bentaknja.

„Kukira lebih tepat kalau kau menggunakan gelaran Pay Bin Koay hiap (pendekar aneh bermuka djelek)!”

„Bangsat! Anak haram !” teriak Peng Bin Koay_hiap Sam Tiong Gie dengan murka, darahnja meluap seperti menerdjang ke kepala, matanja mendelik menjeramkan, dan giginja bergemertuk. „Ku'mampusi kau _ _ _! ”

Dan tangan kanannja diangkat kearah kepala Ho Ho untuk menghadjar hantjur batok kepala Ho Ho.

Tetapi Ho Ho memang seorang botjah jang luar biasa dan lalu melakukan sesuatu dengan nekad, biarpun hatinja agak ngeri melihat muka Peng Bin Koay-hiap jang sedang dalam keadaan murka begitu dan menjeramkan sekali, toeh botjah ini tidak mau memperlihatkan perasaan takutnja itu pada wadjahnja; dia hanja memandang tenang kepada Peng Bin Koay hiap sambil memperlihatkan seulas senjum mengedjek.

Tangan Peng Bin Koay-hiap terus djuga meluntjur dengan kekuatan jang luar biasa,

36
LMA wah-2.