dan marah kalau dirinja tidak bersalah tetapi diperlakukan begitu kasar dan main serang dan gebuk belaka — —!” sahut Ho Ho dengan mendongkol.
„Heheheheheh — —” orang itu tertawa dengan suara jang parau dan menjeramkan waktu mendengar perkataan Ho Ho.
„Apa jang 'hehehehehe' segala?” tegur Ho Ho tambah mendongkol.
„Tidak apa-apa — — aku tjuma merasa lutju sadja bahwa hari ini aku bisa menghadapi kedjadian aneh seperti ini!” sahut orang aneh jang mempunjai muka menjeramkan itu.
„Apa jang aneh?!” kata Ho Ho tambah mendongkol. „Aku sendiri djuga djadi heran, mengapa hari ini aku bisa bertemu dengan manusia jang mempunjai muka aneh sekali — — !”
„Kurang adjar!” bentak orang bermuka djelek tersebut dengan gusar waktu dia mendengar perkataan Ho Ho. „Mulutmu ternjata djabat sekali, botjah sinting!”
„Aku jang sinting atau kau jang sinting?” balik tanja Ho Ho. „Aku telah datang kemari setjara baik-baik dan ingin berteduh sebentar dari serangan hudjan saldju tetapi kau malah tanpa djuntrungannja dan tanpa banjak tanja telah menjerang dan menjiksa diriku dengan ilmu silumanmu itu!”
L.M.A:wah—2.
33