Dan peti ketiga berisi satu stel cangkir mas, sepasang Hoa pan atau vas bunga dan sebuah Ciu-ciu.
– Tut ciangkun (Jenderal Tun) banyak benar hadiah hadiah ini. Aku toh belum berbuat jasa apa² kepada baginda, mengapa baginda mengirimkan bingkisan sebanyak ini? Biarlah separoh saja yg kuterima, sêparonya ciang kun boleh bawa kembali.
Sesengguhnya kata² Bang hong ini hanyalah ulasan saja. Manusia rendah budi semacam dia sudab tak ada perasaan sungkan² atau sehji sehji. Bagi orang orang semacam Bang hong ini selalu menggunakan istilah SEHJI SIK PUN atau MALU BISA RUGI.
Sebaliknya Tut liong gie menyangka pernyataan itu benar², cepat² ia menolaknya.
– Mana berani siauwciang membawanya pulang. Semua ini dibingkiskan baginda untuk thaysu. Harap thaysu suka menerimanya!
Bang honh tertawa terpingkal pingkal sampai tubuhnya bergoncang goncang keras dan matanya menutup rapat.
– Baiklah, baiklah, apabila ciangkun tak
51